Imunisasi polio memberikan perlindungan terhadaap infeksi virus polio yang dapat menimbulkan kecacatan. Polio terbaik diberikan sesaat sebelum bayi meninggalkan tempat bersalin. Imunisasi polio diberikkan dengan cara diteteskan sebanyak 2 tetes ke dalam mulut bayi. Bayi dapat segera menyusu setelah ditetesi polio. Jika bayi muntah/gumoh segera (< 2 jam) setelah polio diteteskan, tetes polio perlu diulang kembali. Jadwal imunisasi selanjutnya adalah selang 1-2 bulan, 3 kali berturut-turut. Total pemberian sebelum berusia 1 tahun adalah 4 kali imunisasi polio. Jika terlambat dari jadwal, imunisasi dapat segera diberikan kapan pun.
Bayi & Balita Kita
Saturday, October 26, 2013
Hepatitis B
Imunisasi hepatitis B memberikan perlindungan terhadap inveksi virus hepatitis B yang dapat menyebabkan kerusakan hati berat hingga kanker hati. Negara kita adalah salah satu endemis hepatitis B. Satu di antara 7 orang Indonesia mengidap hepatitis B. Imunisasi hepatitis B diberikkan dengan cara disuntikkan pada paha sisi luar dan disuntikkan sebelum bayi berusia 12 jam. Pada bayi prematur, imunisasi hepatitis B perlu ditunda hingga berat badan bayi mencapai 2.000 gram atau berusia 2 bulan (yang tercapai lebih dulu). Kejadian pasca-imunisasi yang terjadi umumnya hanya reaksi (kemerahan atau sedikit bengkak) pada lokasi suntikan yang ringan dan akan hilang sendiri. Demam amat jarang timbul akibat hepatitis B. jadwal imunisasi selanjutnya adalah pada usia 1 bulan dan 6 bulan (sesuai rekomendasi Dokter Anak Indonesia/IDAI) karena respons antibodi yang paling optimal terjadi pada jarak tersebut. Namun, imunisasi hepatitis B dapat juga diberikan dalam 3 bulan berturut-turut (selang1 bulan) sesuai dengan kebijakan Kementrian Kesehatan. Tidak ada istilah terlambat untuk imunisasi hepatitis B. Jika terlambat, imunisasi tetap dapat dan harus segera diberikan.
Tentang Imunisasi
Kita semua mengetahui bahwa imunisasi dapat melindungi buah hati kita dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kematia. Jadwal imunisasi ditentukan dengan melihat perkembangan sistem kekebalan bayi dan epidemiplogi penyakit tiap negara. Di Indonesia, bayi baru lahir wajib mendapatkan imunisasi hepatitis B dan polio.
Banyak orangtua yang masih ragu apakah aman jika bayi baru lahir diberi imunisasi? Apakah tidak lebih baik menunggu sampai satu bulan atau menunggu berat badan bayi naik hingga 3.000 gram? Dan lain sebagainya.
Imunisasi melindungi buah hati kita dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.
Banyak orangtua yang masih ragu apakah aman jika bayi baru lahir diberi imunisasi? Apakah tidak lebih baik menunggu sampai satu bulan atau menunggu berat badan bayi naik hingga 3.000 gram? Dan lain sebagainya.
Imunisasi melindungi buah hati kita dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan, bahkan kematian.
Thursday, October 24, 2013
Cara Menyimpan dan Menghangatkan ASI
ASI disimpan dalam wadah/botol terbuat dari gelas dengan tutup yang rapat atau kantung ASI yang didesain khusus untuk penyimpanan dalam freezer. Tempat menyimpan ASI dibersihkan dulu dengan air panas sebelum digunakan. Menyimpan sekitar 60-120 ml per botol atau per kantong sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. Beri label pada tiap botol bertuliskan tanggal dan jam pemerahan ASI. ASI yang diperah pada saat yang bersamaan dari kedua payudara dapat disimpan dalam wadah yang sama.
Sebaiknya, ASI yang telah diperah dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer.
Cara menyimpan ASI perah:
ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan antiinfeksinya dibanding ASI yang beku dari freezer. Mengubah suhu ASI harus bertahap. Masukkan ASI ke dalam kulkas dulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer. ASI bisa disimpan dalam:
Cara menghangatkan ASI perah:
Sebaiknya, ASI yang telah diperah dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer.
Cara menyimpan ASI perah:
ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan antiinfeksinya dibanding ASI yang beku dari freezer. Mengubah suhu ASI harus bertahap. Masukkan ASI ke dalam kulkas dulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer. ASI bisa disimpan dalam:
- Suhu ruangan (25 derajat celcius) sampai 4 jam lamanya.
- Lemari es sampai 48 jam (usahakan di bagian paling belakang kulkas)
- Kotak pendingin (termos es) dengan kantung es/gel pack yang beku (ASI dalam perjalanan) tahan sampai 24jam.
- Freezer lemari es 1 pintu (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu dibuka dan ditutup) sampai 2 minggu.
- Freezer lemari es 2 pintu (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu dibuka dan ditutup) sampai 3 bulan.
Cara menghangatkan ASI perah:
- Rendam atau aliri botol/kantong berisi ASI dengan air panas. ASI cukup dihangatkan sehangat tubuh kita.
- Perlahan kocok ASI untuk membantu mencampur bagian kental dan cair dan meratakan suhunya.
- Jangan menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI karena akan merusak protein dalam ASI.
Tuesday, October 22, 2013
Cegukan Pada Bayi
Tak sedikit orang tua yang kawatir melihat bayinya mengalami cegukan atau hiccups. Cegukan pada bayi sebenarnya merupakan hal yang biasa dan dialami oleh hampir semua bayi, terutama bayi berusia dibawah 1 tahun.
Cegukan merupakan salah satu gerakan refleks dari tubuh yang terjadi saat otot diafragma mengalami kontraksi atau pengencangan secara mendadak. Akibatnya udara tiba-tiba tertarik masuk lewat mulut dan menimbulkan suara ceguk.
Cegukan datang karena; bayi melakukan dua hal sekaligus, misalnya ia tertawa selagi minum.
Penurunan suhu yang menyebabkan bayi menjadi kedinginan. Bayi sedang stres, ingat-ingat apa yang sebelumnya dialami oleh sang bayi. Cara menyusui yang kurang tepat. Misalnya, puting kurang masuk ke mulut bayi, posisi bayi tidak berada dalam garis lurus dengan lengan bayi sehingg perut tidak berhadapan dengan perut ibu. Akibatnya udara yang masuk terisap.
Bayi minum susu dari botol. Ada banyak udara yang ikut terisap oleh bayi, apalagi jika lubang pada dot terlalu besar.
Cara mengatasinya: cegukan biasanya hanya berlangsung beberapa menit saja dan akan berangsur hilang sendirinya. Selama cegukan ini tidak mengganggu aktivitas bayi, artinya ia masih bisa tidur dan minum dengan baik, maka anda tidak perlu kawatir. Meski cegukan dapat hilang dengan sendirinya, atasi segera karena dapat membuat perut bayi kencang.
Bayi minum susu dari botol. Ada banyak udara yang ikut terisap oleh bayi, apalagi jika lubang pada dot terlalu besar.
Cara mengatasinya: cegukan biasanya hanya berlangsung beberapa menit saja dan akan berangsur hilang sendirinya. Selama cegukan ini tidak mengganggu aktivitas bayi, artinya ia masih bisa tidur dan minum dengan baik, maka anda tidak perlu kawatir. Meski cegukan dapat hilang dengan sendirinya, atasi segera karena dapat membuat perut bayi kencang.
- Baringkan bayi, lalu tekuk kedua kakinya ke arah perut.
- Telungkupkan bayi di pangkuan atau dada anda. Lalu tepuk punggungnya secara perlahan dan lembut. Tujuannya agar bisa bersendawa.
- Berikan bayi ASI lagi dengan posisi yang tepat. Hindari untuk memberikan air putih.
- Jangan pernah mencoba menghentikan cegukan dengan cara mengagetkan bayi.
Labels:
Cegukan Pada Bayi
Lingkar Kepala Bayi
Untuk menentukan perkembangan lingkar kepala pada bayi normal atau tidak, harus dilakukan pengukuran secara berkala yang diplot pada grafik perkembangan kepala bayi. Apabila hasil plot pengukuran pada grafik tersebut menunjukkan pola perkembangan yang tidak mengikuti lengkungan grafik (menurun, mendatar, atau meningkat), maka lingkar kepala bayi tergolong tidak normal. Untuk memastikan adanya penyimpangan perkembangan lingkar kepala bayi, sebaiknya bawalah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan CT-Scan atau USG kepala.
Monday, October 21, 2013
Cara Memerah ASI
90% bayi yang minum ASI memiliki IQ lebih tinggi daripada bayi yang diberi susu formula. ASI memberi bayi gen khusus untuk mencerna lemak ASI menjadi asam lemak tak jenuh ganda yang bermanfaat bagi perkembangan otak. (Riset di Inggris dan Selandia Baru)
Cara memerah ASI dengan tangan,
- Cari tempat yang nyaman, aman dan pribadi agar anda tidak terganggu selama memerah ASI.
- Mencuci tangan hingga bersih.
- Lakukan perangsangan hormon oksitosin agar ASI mengalir selancar jika bayi menyusu langsung. Caranya, anda santai sambil melihat foto bayi, mendengarkan suara bayi, melakukan kompres hangat pada payudara, serta melakukan pijatan ringan berbentuk lingkaran seputar areola.
- Duduk dengan nyaman dan tangan memegang wadah (gelas bermulut lebar atau mangkuk yang telah dibersihkan dengan air panas) dekat payudara.
- Meletakkan ibu jari di atas areola sisi atas, telunjuk dibawah areola sisi bawah, berseberangan dengan ibu jari. Jari telunjuk bersama 3 jari lainnya menyangga seperti mangkuk.
- Mengeluarkan ASI, dimulai dengan gerakkan ibu jari dan telunjuk menuju dinding dada. Hindari menekan terlalu dalam agar tidak menyumbat saluran ASI. Gerakan ini diikuti deangan memerah payudara ke arah puting.
- Lakukan gerakan yang sama mengelilingi areola.
- Hindari memeras atau menarik puting.
- Memerah satu payudara minimum 3-5 menit hingga aliran melambat, lalu memerah payudara yang lain dan mengulangi lagi memerah keduanya. Dapat memakai tiap tangan untuk tiap payudara dan menukarnya jika lelah.
- Memerah ASI secara memaai membutuhkan total waktu 20-30 menit.
Cara memerah ASI dengan alat pompa,
- Ikuti pedoman penggunaan dari produsen pompa ASI.
- Selalu cuci tangan setiap akan memompa.
- Siapkan semua alat untuk memerah ASI
- Banyak pompa dibuat dengan ukuran sungkup bervariasi untuk mengakomodasi puting yang lebih besar. Anda harus menggunakan lingkaran dasar sungkup yang cocok dengan puting. Selama pemompaan, pinggir lingkaran dasar sungkup harus berada di luar puting dan areola. Puting harus bergerak maju mundur selama pemompaan, tidak dicubit, dipencet, dilukai, atau digosok. Lingkaran dasar sungkup sekitar 21-40mm.
- Pompa yang isapan dan putaran/ siklusnya dapat diatur, dipasang dengan putaran paling cepat dan isapan paling rendah. Ketika ASI mulai keluar isapan dapat ditinggikan dan putaran direndahkan mendekati isapan fisiologis bayi.
- Untuk mempertahankan produksi ASI, pemompaan dilakukan sampai ASI keluar semua, sekitar 15-20 menit.
- Hentikan pemompaan ASI jika aliran ASI sudah berhenti untuk menghindari trauma pada payudara.
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)





