ASI disimpan dalam wadah/botol terbuat dari gelas dengan tutup yang rapat atau kantung ASI yang didesain khusus untuk penyimpanan dalam freezer. Tempat menyimpan ASI dibersihkan dulu dengan air panas sebelum digunakan. Menyimpan sekitar 60-120 ml per botol atau per kantong sangat disarankan untuk mengurangi sisa ASI. Beri label pada tiap botol bertuliskan tanggal dan jam pemerahan ASI. ASI yang diperah pada saat yang bersamaan dari kedua payudara dapat disimpan dalam wadah yang sama.
Sebaiknya, ASI yang telah diperah dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer.
Cara menyimpan ASI perah:
ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan antiinfeksinya dibanding ASI yang beku dari freezer. Mengubah suhu ASI harus bertahap. Masukkan ASI ke dalam kulkas dulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer. ASI bisa disimpan dalam:
Cara menghangatkan ASI perah:
Sebaiknya, ASI yang telah diperah dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer.
Cara menyimpan ASI perah:
ASI yang disimpan di kulkas lebih besar kandungan antiinfeksinya dibanding ASI yang beku dari freezer. Mengubah suhu ASI harus bertahap. Masukkan ASI ke dalam kulkas dulu untuk merendahkan suhunya, baru dipindahkan ke dalam freezer. ASI bisa disimpan dalam:
- Suhu ruangan (25 derajat celcius) sampai 4 jam lamanya.
- Lemari es sampai 48 jam (usahakan di bagian paling belakang kulkas)
- Kotak pendingin (termos es) dengan kantung es/gel pack yang beku (ASI dalam perjalanan) tahan sampai 24jam.
- Freezer lemari es 1 pintu (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu dibuka dan ditutup) sampai 2 minggu.
- Freezer lemari es 2 pintu (dengan suhu bervariasi tergantung berapa sering pintu dibuka dan ditutup) sampai 3 bulan.
Cara menghangatkan ASI perah:
- Rendam atau aliri botol/kantong berisi ASI dengan air panas. ASI cukup dihangatkan sehangat tubuh kita.
- Perlahan kocok ASI untuk membantu mencampur bagian kental dan cair dan meratakan suhunya.
- Jangan menggunakan microwave untuk menghangatkan ASI karena akan merusak protein dalam ASI.

.jpg)
No comments:
Post a Comment