Tuesday, October 22, 2013

Cegukan Pada Bayi

Tak sedikit orang tua yang kawatir melihat bayinya mengalami cegukan atau hiccups. Cegukan pada bayi sebenarnya merupakan hal yang biasa dan dialami oleh hampir semua bayi, terutama bayi berusia dibawah 1 tahun.
Cegukan merupakan salah satu gerakan refleks dari tubuh yang terjadi saat otot diafragma mengalami kontraksi atau pengencangan secara mendadak. Akibatnya udara tiba-tiba tertarik masuk lewat mulut dan menimbulkan suara ceguk.
Cegukan datang karena; bayi melakukan dua hal sekaligus, misalnya ia tertawa selagi minum.
Penurunan suhu yang menyebabkan bayi menjadi kedinginan. Bayi sedang stres, ingat-ingat apa yang sebelumnya dialami oleh sang bayi. Cara menyusui yang kurang tepat. Misalnya, puting kurang masuk ke mulut bayi, posisi bayi tidak berada dalam garis lurus dengan lengan bayi sehingg perut tidak berhadapan dengan perut ibu. Akibatnya udara yang masuk terisap.
Bayi minum susu dari botol. Ada banyak udara yang ikut terisap oleh bayi, apalagi jika lubang pada dot terlalu besar.

Cara mengatasinya: cegukan biasanya hanya berlangsung beberapa menit saja dan akan berangsur hilang sendirinya. Selama cegukan ini tidak mengganggu aktivitas bayi, artinya ia masih bisa tidur dan minum dengan baik, maka anda tidak perlu kawatir. Meski cegukan dapat hilang dengan sendirinya, atasi segera karena dapat membuat perut bayi kencang.

  1. Baringkan bayi, lalu tekuk kedua kakinya ke arah perut.
  2. Telungkupkan bayi di pangkuan atau dada anda. Lalu tepuk punggungnya secara perlahan dan lembut. Tujuannya agar bisa bersendawa.
  3. Berikan bayi ASI lagi dengan posisi yang tepat. Hindari untuk memberikan air putih.
  4. Jangan pernah mencoba menghentikan cegukan dengan cara mengagetkan bayi.